alexametrics

Angin Berubah ke Selatan, Hujan Abu Merapi sampai Mlati Sleman

Priyo Setyawan
Angin Berubah ke Selatan, Hujan Abu Merapi sampai Mlati Sleman
Sebaran hujan abu tipis akibat erupsi Gunung Merapi sampai di wilayah Mlati setelah arah angin berubah dari timur ke selatan. FOTO/Twitter/BPPTKG

SLEMAN - Sebaran hujan abu tipis akibat erupsi Gunung Merapi, ternyata tidak hanya di Turgo, Purwobinangun, Pakem dan Tunggul Arum, Wonokerto, Turi. Wilayah Tritis, Purwobinangun, Pakem dan beberapa dusun di Girikerto Turi, yaitu di Ngandong, Tritis, Kemirikebo, Ngangring, dan Babadan juga diguyur abu vulkanik tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, di Desa Wonokerto, hujan abu tipis bukan hanya di Tunggul Arum, tetapi menyebar ke beberapa dusun, yaitu Gondoarum, Tlatar, Manggungsari, Ledoklempong, Imorejo, Nganggrung, Jambusari, Dukuhsari, Sidosari, Gondorejo Lor dan kidul, Becici, Arjosari, Ngelodadi serta Ngembesan. Bahkan hujan abu tipis juga sampai di wilayah Mlati, yaitu di sekitar Pasar Cebongan, Tlogoadi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan mengatakan, terjadinya sebaran hujan abu tipis di wilayah Sleman ini karena arah angin berubah-ubah. Saat erupsi arah angin ke arah timur, tapi setelah tiga jam arah angin berubah ke selatan. Sehingga sebaran abu letusan Merapi di wilayah Pakem dan Turi, termasuk sampai ke wilayah Mlati. (Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Hujan Abu Tipis Guyur Turi dan Pakem Sleman)



"Angin bergerak, berubah-ubah, setelah tiga jam pergerakan angin ke selatan," kata Makwan soal mengapa abu letusan Gunung Merapi ke arah selatan padahal arah angin saat erupsi ke timur, Kamis (2/4/2020) malam.

Makwab menjelaskan, dari laporan yang diterima, letusan Gunung Merapi bersifat eksplosif atau vertikal tapi tidak terpantau adanya awan panas. "Letusan hanya berupa embusan tidak disertai awan panas," katanya. (Baca juga: Gunung Merapi Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu 3.000 Meter)



(amm)