alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Trump Ingatkan Kondisi AS Makin Memburuk akibat Corona

KORAN SINDO

WASHINGTON - Wabah Corona makin menggila. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan warganya bahwa dua pekan mendatang akan menjadi hari-hari “menyakitkan” dalam memerangi virus corona (Covid-19). Itu berkaitan karena jumlah korban meninggal sudah lebih dari 4.000 orang.

Pernyataan Trump tersebut menjadi konferensi pers paling menyedihkan berkaitan dengan pandemi corona. Sebelumnya dia mendapatkan kritik tajam dari berbagai pihak karena dinilai terlambat dalam mengatasi wabah corona. Dia hanya mengingatkan, agar warga AS bekerja dari rumah dan tidak berkumpul lebih dari 10 orang.

“Ini merupakan hal kritis bagi orang Amerika untuk mengikuti berbagai petunjuk selama 30 hari mendatang. Ini masalah kehidupan dan kematian,” kata Trump, dilansir Reuters.



Sebelumnya koordinator penanganan virus corona Gedung Putih, Deborah Birx, menunjukkan data pemodelan yang menunjukkan jumlah korban tewas akibat virus corona bisa mencapai 100.000 hingga 240.000 orang dalam beberapa bulan mendatang. Hal itu menguatkan pernyataan Anthony Fauci, Direktur Institute Nasional Alergi dan Penyakit Infeksi, kalau pandemi itu bisa menewaskan 100.000 hingga 200.000 orang di AS.

Presiden Trump mengungkapkan, dalam dua pekan mendatang akan menjadi hari-hari yang “menyakitkan”. Pemodelan itu menunjukkan jumlah kematian di AS akan meningkat dan memuncak dengan tajam sekitar pertengahan April. “Kita ingin rakyat AS mempersiapkan diri pada hari-hari yang sulit ke depannya,” papar Trump. Dia juga mengungkapkan, cahaya terdapat di ujung terowongan setelah itu.

Dalam petunjuk yang dikeluarkan, Gedung Putih menyarankan agar warga menghindari bepegian, berkunjung ke panti jompo, dan mempraktikkan pola makan yang sehat. “Tidak ada vaksin atau terapi. Ini hanya masalah perilaku. Setiap perilaku kita bisa menjadi sesuatu yang mengubah pandemi dalam 30 hari mendatang,” kata Birx.

Sementara, Wakil Presiden Mike Pence mengungkapkan, upaya mitigasi telah menunjukkan dampaknya. “Kita memiliki alasan untuk yakin bahwa itu bisa bekerja,” ujar Pence. Dia meminta rakyat AS agar tidak patah semangat.

Trump juga menegaskan, dirinya akan tetap berada di Gedung Putih dalam kurun waktu 30 hari mendatang. Dia juga menambahkan, Gedung Putih akan mempertimbangkan larangan bepergian ke Brasil. Ketika Gedung Putih tidak mendorong rakyat AS untuk mengenakan masker, Presiden Trump justru mendorong agar masyarakat mulai mengenakan masker.

Sementara itu, Presiden Trump juga menyarankan agar para pejabat Florida membuka pelabuhan Atlantic Coast bagi kapal Belanda yang mengalami wabah corona virus. Trump mengungkapkan, dirinya akan menghubungi Gubernur Florida Ron DeSantis yang sebelumnya menyatakan tidak akan menerima kapal MS Zaandam milik Holland America Line.

“Mereka sekarat di kapal,” kata Trump. “Saya akan melakukan apa yang terbaik, bukan untuk kita, tetapi untuk kemanusiaan,” paparnya. Pernyataan Trump itu kontras dengan perlakuan terhadap Grand Princess pada Februari lalu. Dulu, dia mengungkapkan, kapal tersebut seharusnya tetap berada di laut saat hendak berlabuh di California.

Zaandam hanya terapung-apung di perairan Pasifik setelah beberapa penumpang dikabarkan terinfeksi virus corona dan empat orang meninggal dunia. Kapal itu diizinkan berlayar melalui Kanal Panama menuju Karibia pada minggu lalu.

Dua pertiga penumpang kapal Zaandam telah menjalani proses pemeriksaan kesehatan dan dipindahkan ke kapal Rotterdam. Kini, Zaandam sedang menuju Pelabuhan Everglades di Fort Lauderdale, Florida. De Santis mengungkapkan, dia lebih memilih mengirimkan tim medis ke kapal Zaandam dibandingkan menerima kapal tersebut.

Sebelumnya, di AS, lebih dari satu orang warga AS telah menjalani tes Covid-19. “Itu lebih banyak dibandingkan negara mana pun. Tidak ada yang bisa melampuinya,” papar Trump. Dia mengungkapkan, dia seharusnya diberi ucapan selamat atas kemajuan pemerintahannya dalam memerangi virus corona.

Menurut Trump, waktu yang menjadi tantangan paling berat sekitar 30 hari mendatang. Namun, jaga jarak bisa menyelamatkan lebih dari satu juta warga AS. “Kita akan mendapatkan kemenangan hebat,” ujarnya. Dia tidak ingin menciptakan kepanikan di negaranya. “Ekonomi itu nomor dua dalam daftar saya. Kita akan menyelamatkan lebih banyak nyawa,” ujarnya. (Andika H Mustaqim)



(nun)