alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Warga Semarang Bisa Jalani Rapid Test Corona Gratis, Begini Caranya

Taufik Budi

SEMARANG - Warga Kota Semarang Jawa Tengah bisa menjalani pemeriksaan rapid test corona secara gratis. Caranya cukup mudah, yakni mengisi sejumlah pertanyaan di website http://www.rswnsmg.com/testcovid19/ untuk melacak riwayat perjalanan maupun gejala sakitnya.

“Kami menciptakan pendaftaran online, screening Covid-19 ini adalah untuk menyaring teman-teman atau siapa saja yang ragu-ragu bahwa saya ini (terpapar) Covid-19 atau tidak,” kata Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro dr Susi Herawati, kepada awak media, Selasa (31/3/2020).

“Di alamat web itu kemudian mereka akan klik mengisi isian-isian,” tambahnya.



Sejumlah daftar pertanyaan yang mesti dijawab di antaranya:
Gejala yang Dirasakan : 
1. Saat ini saya sedang merasakan demam   (TIDAK YA)
2. Saat ini saya sedang merasakan batuk / pilek  (TIDAK YA)
3. Saat ini saya merasa kesulitan bernafas atau sesak nafas (TIDAK YA)
4. Saat ini saya sedang mengalami nyeri tenggorokan (TIDAK YA)
5. Lama penyakit kurang dari 14 hari (TIDAK YA)

Riwayat Kontak
-Memiliki riwayat kontak erat dengan penderita terkonfirmasi COVID-19 atau probabel COVID-19 

Riwayat Mobilitas
-Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal diluar negeri yang melakukan penularan lokal
-Melakukan kontak fisik, atau berada dalam satu ruangan, atau berkunjung (berada dalam radius 1 meter dengan kasus pasien dalam pengawasan, probable atau konformasi) dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala
-Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal diarea penularan lokal di Indonesia

“Dari sini, nanti ada jawaban salah satunya adalah silakan datang ke rumah sakit. untuk datang ke rumah sakit, ada tapis lagi jadi ketemu dengan dokter di Pojok Covid-19. Dokter ini akan mendalami lagi, apakah memang benar pasien ini menjadi ODP kontak erat atau PDP ringan,” terangnya.

“Kalau PDP ringan dan ODP kontak erat kami melakukan proses. Kalau positif PDP ringan kita opname di rumah sakit, tapi kalau ODP kontak erat hasil positif kami konfirmasi kembali apakah bisa isolasi secara mandiri?,” rinci dia.

Beragam pertanyaan yang diajukan petugas medis untuk mengetahui kondisi di rumah ODP. Jika kondisi memungkinkan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, jika kondisi rumah kurang memadai maka akan dirujuk ke gedung yang telah disiapkan Pemerintah Kota Semarang.

“Kalau misalnya kita tanya di rumah ada berapa orang? Di rumah ada lima orang. Rumahnya besar atau kecil? Karena kita harus mengisolasi pasien tersebut. Kalau memang tidak bisa diisolasi di rumah, akan kami kirim ke Badan Diklat. Sudah kami siapkan ada 90 tempat tidur untuk orang tersebut (ODP), dan itu juga gratis,” tandasnya.



(nun)