alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Merasa Terpapar Corona, Pegiat UMKM Langsung Datangi Rumah Sakit

Taufik Budi

SEMARANG - Seorang perempuan pegiat UMKM di Kota Semarang dengan kesadaran diri mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatannya. Langkah itu untuk melindungi keluarga dan orang lain dari paparan virus corona atau Covid-19.

Perempuan itu bernama Lisa, warga Pekalongan yang kini tinggal di Kedungmundu, Kota Semarang. Sehari-hari, dia merupakan pegiat UMKM dan sering mengikuti pameran di berbagai daerah. Cerita bermula dari sini.

"Saya itu sering ikut pameran dari kota ke kota di Indonesia. Saat itu saya mengikuti pameran nasional di Bali, Surabaya, Bandung," kata Lisa mengawali ceritanya kepada awak media di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, Selasa (31/3/2020). (Baca juga: Empat Pasien Positif Corona di Semarang Sembuh Langsung Pulang)



"Saat itu awalnya di Bali enggak apa-apa setelah itu ketemu dengan turis karena pameran di mal, dekat Pantai Kuta. Tapi waktu itu tidak merasa apa-apa, masih seneng bisa jalan-jalan ke pantai. Kemudian setelah itu saya pameran lagi ke Surabaya," katanya. "Satu pekan di Surabaya," ucapnya.

Sebagaimana di Bali, Lisa kembali disibukkan dengan aktivitas melayani konsumen. Apalagi, dia membawa banyak barang yang dipamerkan sehingga kerap berinteraksi dengan pengunjung.

"Di Surabaya sama ketemu dengan banyak orang. Saat itu sudah mulai ada info tentang corona tapi saya belum berpikir ke arah sana. Setelah selesai dari sana, masih ikut pameran lagi di Bandung 7 hari, di Bali 7 hari, Surabaya 7 hari," katanya.

"Waktu di Bandung pameran kurang 3 hari, saya udah mulai terasa sesak napas. Jadi napas tersasa sempit, padahal saya insyaAllah tidak punya riwayat sakit apa pun. Nah itu tiba-tiba napas terasa sempit. Setelah itu makan mau keluar dari hidung, minum mau keluar dari hidung," katanya.

Meski demikian, dia tetap bertahan dan melanjutkan aktivitasnya mengikuti pameran hingga selesai. Untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya, Lisa mengonsumsi vitamin. Sembari banyak berdoa agar kondisinya tak semakin memburuk.

"Saya paksakan untuk bertahan di penginapan. Hanya doa dan berharap Allah bisa menolong saya sampai tiba di Semarang. Karena kalau dirawat di Bandung jauh dari keluarga. Makanya saya tetap bertahan," katanya.

"Setelah 7 hari di Bandung, saya naik kereta dari Bandung ke Semarang. Saya tahu diri, saya tidak pulang ke rumah. Saya langsung ke ke rumah sakit ini (RSUD Wongsonegoro), jadi orang rumah tidak ada kontak dengan saya. Suami dan anak sempat jenguk saya di ruang isolasi di IGD, tapi nggak lama. Setelah itu saya diisolasi di ruang Arjuna," katanya.

Dia mengakui selama mengikuti pameran secara maraton tidak mendapatkan asupan makanan secara teratur. Kesibukannya melayani konsumen dan pengunjung pameran cukup menyita waktu sehingga kurang memperhatikan kesehatannya.

"Jadi memang gejalanya tidak terasa apa-apa, karena saya pameran bawa barang banyak, lalu displai, melayani customer banyak. Kondisi sehat tidak ada apa-apa. Makan memang tidak teratur, tapi saya tetap suplai vitamin, itu yang membuat saya bisa bertahan sesak napas tiga hari di Bandung," kata dia.

"Sampai akhirnya tiba rumah sakit ini, sampai diisolasi, sampai sembuh alhamdulillah," katanya.

Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro dr Susi Herawati mengapresiasi sikap Lisa yang tanggap untuk langsung datang ke rumah sakit, setelah merasakan gejala-gejala klinis. Langkah itu bisa mencegah penularan terhadap orang lain termasuk keluarga.

"Yang luar biasa ini Bu Lisa dengan tanpa rujukan, karena menyadari (gejala sakit) turun kereta api dari Stasiun Tawang langsung ke rumah sakit kita," ujar dia.

"Dan yang penting jujur. Jujur ini mesti kita tanya dari mana, apa yang dirasakan, tapi kalau menyatakan tidak dari mana-mana kita yang susah. Karena persyaratan dari Covid-19 ini kan transmisi, penularan," katanya.

Lisa merupakan satu di antara 4 pasien terkonfirmasi positif corona di RSUD KRMT Wongsonegoro yang dinyatakan sembuh, Selasa (31/3/2020). Dia pun diizinkan pulang untuk kembali berkumpul dengan keluarganya.



(amm)