alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Warga Jateng Kini Bisa Kenali Zona Hijau dan Merah Corona di Kampungnya

Taufik Budi, Ahmad Antoni

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus meng-update peta persebaran Covid-19 di Jateng. Saat ini, update data persebaran yang dapat diakses melalui website corona.jatengprov.go.id bahkan tidak lagi berskala kota atau kabupaten, melainkan berbasis kelurahan.

Selain itu, ada pula aplikasi baru dalam website tersebut yang dapat digunakan masyarakat mendeteksi persebaran Covid-19 di sekitarnya. Masyarakat dapat melihat, apakah daerah sekitarnya ada yang positif corona, orang dengan pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) mulai radius 500 meter hingga 3 kilometer terdapat orang yang positif corona atau tidak.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dikonfirmasi mengatakan, update data persebaran hingga tingkat kelurahan dilakukan agar masyarakat paham dan peduli dengan kondisi masing-masing. Dengan begitu, masyarakat diharapkan tidak panik dan dapat mengambil tindakan-tindakan pencegahan.



"Kami buat seperti itu agar semua paham. Misalnya di daerah ini berstatus hijau dan masih aman, maka harus diproteksi bersama-sama. Nah kalau yang zona merah, maka harus diurus bersama-sama. Kalau sudah merah, dan mewajibkan semua orang harus berada di rumah, ya jangan ngeyel," kata Ganjar di rumah dinasnya, Selasa (31/3/2020).

Selain itu, update tersebut dilakukan untuk memberikan visualisasi kepada masyarakat tentang kondisi terupdate saat ini. Hal itu penting agar masyarakat tidak panik dan ketakutan untuk beraktivitas.

"Kalau sudah tahu diharapkan orang jadi tidak panik. Oh di tempatku ada kasus positif, yok kita di rumah saja, kita bikin kegiatan yang asyik di rumah. Tidak usah pergi belanja ke luar dulu, mungkin belanjanya online. Cara ini yang harus disiapkan masyarakat dan harus diedukasi terus menerus," katanya.

Pelan-pelan, lanjut Ganjar, masyarakat kini sudah memahami dengan baik terkait covid-19. Literasi dan kepedulian masyarakat terhadap virus ini sudah meningkat dari awal kasus terjadi. "Saya bangga dan terharu, karena masyarakat mulai peduli dengan kasus ini. Mereka banyak yang mendukung pemerintah untuk tetap di rumah, memberikan bantuan dan lain sebagainya," katanya.



(amm)