alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jumlah ODP dan PDP Covid-19 di Kota Solo Bertambah

Ary Wahyu Wibowo

SOLO - Jumlah orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus corona jenis baru, Covid-19 di Kota Solo bertambah. Mereka terdeteksi melalui tracking maupun temuan di fasilitas kesehatan.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kota Solo, Ahyani mengungkapkan, jumlah ODP mencapai 221 orang dengan rincian 3 orang menjalani rawat inap, 200 karantina mandiri, dan 18 orang telah selesai pemantauan. Ada penambahan 59 ODP dari data sehari sebelumnya.

"Penambahan berasal dari hasil tracking, serta temuan di fasilitas kesehatan saat mereka muncul gejala awal Covid-19," kata Ahyani, Selasa (31/3/2020).



ODP ringan harus menjalani karantina mandiri di rumah. Sedangkan yang gejalanya bertambah memburuk bisa dirawat di rumah sakit dan statusnya menjadi PDP. Sementara untuk jumlah PDP kini mencapai 29 orang dari sehari sebelumnya sebanyak 26 orang. Dari jumlah itu, 5 orang di antaranya telah meninggal dunia sebelum hasil swab covid-19 keluar. Sebanyak 11 orang masih dirawat, dan 13 orang lainnya telah dinyatakan sembuh.

PDP yang meninggal, 3 orang di antaranya dari Kelurahan Mojosongo. Sedangkan dua lainnya masing-masing dari Kelurahan Tipes dan Kelurahan Kestalan. "Kelurahan Mojosongo masih zona merah meski ada pasien yang sembuh. Sebab ada 3 PDP yang meninggal dunia. Kami masih menunggu 14 hari ke depan mengenai evaluasinya," kata Ahyani.

Proses tes swab bagi PDP yang meninggal dunia tetap ditempuh meski hasilnya membutuhkan waktu. Agar jumlah ODP dan PDP di Kota Solo tidak terus membengkak, Pemkot Solo menyiapkan Ndalem Joyokusuman, dan Ndalem Priyosuhartan guna merawat orang berstatus ODP maupun PDP. Ndalem Joyokusuman dapat menampung 69 orang dan Ndalem Priyosuhartan dapat menampung 35 ODP. Kedua tempat itu diproyeksikan dapat dipergunakan mulai minggu depan.

Meski demikian, Pemkot Solo tetap mengedepankan karantina mandiri di rumah masing-masing. "Bagi ODP yang disiplin, kami persilakan untuk karantina mandiri," katanya.

Namun bagi yang kesulitan, seperti rumah terlalu sempit, dan sulit untuk tidak berkontak dengan orang lain, maka akan difasilitasi untuk dipindah ke lokasi yang telah disiapkan.



(amm)