alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Miris, 23 RS Disebut Tak Mau Terima PDP Kritis Ini

Ainun Najib

BANTUL - Wabah virus Corona membuat kelabakan semua pihak. Tak terkecuali bagi penyedia layanan kesehatan. Beredar sebuah video yang mengaku sebagai Ketua Ikatan Doker Indonesia (IDI) cabang Bantul dr Sagiran.

Dalam video itu tampak seseorang yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap dengan mengenakan masker berada di depan ruang tindakan atau IGD di Klinik Nur Hidayah Jalan Imogiri Timur, Bantul. Dia mengeluhkan kesulita mencari rujukan bagi seorang pasien PDP. Sudah 23 rumah sakit dihubungi namun tak mau menerimanya. 

Asalamualaikum bapak kepala dinas kabupaten Bantul, bapak ketua Satgas convid Bantul, bapak bupati, para anggota dewan, tolonglah kami. Ssekarang kami di Klinik Nur Hidayah, ada pasien PDP kondisi kritis ada di dalam. Kita sudah telpon 23 rumah sakit tidak ada yang mau terima. Kami punya APD seadanya karena tidak ada batuan, tidak bisa mengadakan sendiri, tolong kerahkan entah tim apa namanya supaya menolong paien yang kritsi yang ada di dalam. Tensinya tinggal 8. Kami sangat menunggu saaat ini juga. Terimaksih pak, saya dokter Sagiran saya Ketua IDI cabang Bantul, saya mendatangi keluhan ini karena prihatin tidak ada yang mau menerima, terimakasih kami menunggu Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Saat dikonfirmasi SINDOnews via WhatsApp apakah video tersebut benar, dokter Sagiran hanya menjawab singkat. “Njeh pak,” ujarnya singkat.

Saat ditanya apakah videonya sudah ada respon Sagiran kembali menjawab bahwa sudah ada respon dari publik."Dari publik sudah. Kita (rawan) terpapar pintu pertama pasien. Tanpa APD yang memadai, tidak ada fasilitas rapid test," ujarnya.

Dikonfirmasi hal ini, juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Convid-19, Berty Murtingsih menyebut berdasarkan hasil konfimasi ke Dinkes Bantul masih ada satu pasien yang sedang dicarikan rujukan. “Sudah dikirim ke Sardjito 2 orang dan yang 1 lagi sedang dicarikan rujukan,” teragnya.



(nun)