alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Isolasi Wilayah, Wali Kota Pimpin Penutupan Akses Keluar Masuk Tegal

INews.id

TEGAL - Akses keluar masuk Kota Tegal resmi ditutup dengan movable barrier concrete (MBC) beton, Minggu (29/3/2020). Penutupan itu merupakan tindak lanjut dari isolasi wilayah yang diterapkan Pemkot Tegal untuk mencegah penyebaran virus corona jenis baru, Covid-19 di wilayahnya.

Penutupan akses masuk dan keluar dipimpin langsung Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono yang diawali dari Jalan Raya Teuku Umar Kecamatan Tegal Selatan, berbatasan langsung dengan Kabupaten Tegal. Barikade MBC beton seberat 2 ton itu dipasang melintang.

Wali kota mengatakan, penutupan akses keluar masuk kota terpaksa dilakukan agar warganya terhindar dari penularan virus Covid-19. (Baca juga: PKL Tegal Minta Kompensasi Selama Isolasi Wilayah Berlangsung)



"Saya hanya ingin warga perantauan atau pelancong yang akan masuk Kota Tegal terpantau kondisi kesehatannya dengan pemeriksaan intensif di satu pintu masuk," katanya.

Penutupan akses masuk dan keluar Kota Tegal tersebut membuat aktivitas warga terganggu. Selain warga, sopir angkot juga resah pasalnya hingga kini belum ada kejelasan nasib mereka apakah akan mendapat kompensasi atau tidak.

"Ya, bingung jadinya kalau begini. Pendapatan nggak ada, saya dan keluarga mau makan apa," kata sopir angkot Tegal-Slawi, Tarimin.

Tak hanya memikirkan nafkah harian untuk keluarga, Tarimin juga dipusingkan dengan setoran harian ke pemilik angkot. "Tidak ada penumpang ya tidak bisa menutup setoran harian," ucapnya. (Baca juga: Lockdown Lokal Diganti Isolasi Wilayah, Kota Tegal Mulai Ditutup Beton)

Isolasi Wilayah di Kota Tegal ini akan berlangsung selama empat bulan mulai 30 maret hingga 30 Juli 2020. Selain pembatasan akses masuk dan keluar kota, pemkot juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan di terminal bus dan stasiun kereta api sesuai dengan protokol Covid-19.



(amm)