alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PKL Tegal Minta Kompensasi Selama Isolasi Wilayah Berlangsung

INews.id

TEGAL - Pedagang kaki lima (PKL) di Kota Tegal protes terhadap kebijakan isolasi wilayah untuk mencegah penyebaran virus corona jenis baru, Covid-19. Mereka meminta Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono memberikan kompensasi lantaran mereka tidak bisa bekerja selama masa isolasi.

Protes itu diungkapkan puluhan PKL di kawasan Balai Kota Lama saat mereka kembali diminta petugas Satpol PP untuk menutup dagangannya, Minggu (29/3/2020). Mereka diminta petugas Satpol PP segera meninggalkan tempat dagangannya untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Isolasi wilayah terbatas itu mulai diberlakukan Senin (30/3/2020) dengan memasang MBC beton seberat 2 ton di seluruh pintu masuk kampung yang berjumlah 49 titik. (Baca juga: Lockdown Lokal Diganti Isolasi Wilayah, Kota Tegal Mulai Ditutup Beton)



PKL Balai Kota Lama, Yuli mengatakan, selama ini PKL hanya menggantungkan hidupnya dari berjualan. Jika selama masa isolasi mereka tetap berada di rumah, bisa dipastikan mereka tidak memiliki penghasilan guna penghidupan mereka sehari-hari.

“Saya selalu kesulitan berjualan, pagi dibubari. Siang juga sama sering dibubarkan petugas. Kalau malam hari lampu penerangan jalan dimatikan. Praktis saya tidak bias apa-apa,” katanya.

Menurut Yuli, PKL memiliki hak untuk meminta kompensasi selama masa isolasi yang cukup lama hingga empat bulan, apalagi dia memiliki empat anak yang sangat membutuhkan makan dan susu.

Dia berharap Pemkot Tegal memberikan bantuan sembako dan kebutuhan hidupa lainnya yang layak. Mereka ingin warga tidak mati kelaparan karena kasus corona.

Para PKL juga meminta pemkot mendata berapa jumlah pkl yang terdampak akibat pemberlakuan isolasi wilayah yang menutup 49 titik akses masuk maupun ke luar ke kota. mereka hanya menginginkan solusi atau jalan keluar akibat penutupan akses sebagai dampak pencegahan virus Covid-19.

Sebelumnya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan pemkot sudah menyiapkan anggaran darurat bencana sebesar Rp2 miliar. Anggaran itu untuk membantu warga miskin yang terdampak akibat isolasi wilayah terbatas selama empat bulan.

“Kami juga akan menggalang dana sukarela dari PNS Pemkot dan DPRD. Tiap gajian mereka sukarela menyisihkan sebaagian rezekinya untuk warga yang membutuhkan,” katanya.



(amm)