alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ribuan Warga Nekat Mudik, DPRD: Stop Trayek Bus Jabodetabek ke Jateng

Ahmad Antoni

SEMARANG - Ribuan warga Jawa Tengah yang merantau di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat ditengarai sudah pulang kampung atau mudik lebih awal. Fenomena tersebut sangat disayangkan oleh kalangan legislatif Provinsi Jawa Tengah. Mereka mendesak penghentian sementara trayek bus AKAP dan bus Pariwisata Jabodetabek-Jawa Tengah.

"Kami berharap Dishub segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungunan untuk penghentian sementara AKAP dan bus Pariwisata dari Jabodetabek, guna memastikan penanganan Corona di Jateng terkendali," kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso, Minggu (29/3/2020).

Menurutnya, kebijakan penghentian sementara ini diperlukan untuk lebih mengontrol kedatangan para pekerja migran ke Jawa Tengah. "Beberapa hari ini terminal-terminal nampak kewalahan untuk menerapkan protap pencegahan Corona bagi pemudik, sterilisasi dan pengecekan fasilitasnya terbatas," katanya. (Baca juga: Warga Jateng di Jabodetabek, Jabar, Jatim, dan Bali Dilarang Mudik)



Dia mengatakan, lonjakan penumpang sudah terlihat di semua terminal di Jawa Tengah dan berdampak pada masyarakat di desa yang jauh dari sarana prasarana kesehatan. "Di desa-desa pemudik belum bisa dikontrol secara ketat 14 hari karantina susah dilaksanakan," ujar anggota Fraksi PKS ini.

Saat ini tercatat lebih dari 500 bus dan puluhan kereta api (KA) yang setiap hari memasuki Jawa Tengah dari Jabodetabek yang tersebar di 24 terminal tipe B, 21 terminal tipe A, 9 stasiun kereta api di wilayah Jawa Tengah dengan tidak kurang dari 2.943 armada AKAP yang meluar masuk.

Sebab itu, pihaknya menyambut baik kebijakan penghapusan mudik gratis sebanyak 746 bus dari pemerintah, serta pemberhentian sementara operasi kereta yang berasal dari Jakarta ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.



(amm)