alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sengkarut Data Pemudik, Wali Kota Semarang: Yang Jakarta Kerjanya Apa?

Taufik Budi

SEMARANG - Pendataan jumlah pemudik dari Jakarta di tengah merebaknya virus corona menjadi persoalan tersendiri. Tanpa data jelas maka akan menyulitkan penelusuran orang yang dicurigai terpapar Covid-19.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bereaksi cukup keras seputar pendataan pemudik. Menurutnya, harus dilakukan kerja sama antardaerah agar memudahkan proses pendataan sekaligus verifikasinya. "Saya sudah selalu sampaikan termasuk di Instagram. Di beberapa statement resmi kepada bawahan saya juga begitu. Saya rasa yang perlu kerja sama," kata Hendrar, Minggu (29/3/2020).

"Jadi jangan kita yang di bawah, di lapangan itu yang ditekan terus suruh mendata orang masuk ke Semarang," katanya. (Baca juga: Warga Jateng di Jabodetabek, Jabar, Jatim, dan Bali Dilarang Mudik)



Dia menyampaikan, mestinya proses pendataan dilakukan sejak dari daerah asal. Selain mengetahui kota tujuan, juga sekaligus diperiksa kesehatannya agar bisa diantisipasi penyebaran viirus corona ke kampung halaman.

"Kenapa enggak waktu berangkat dari Jakarta, dia (pemudik) didata dulu supaya kita enggak kerepotan. Tinggal cocokin aja. Jakarta didata berapa yang mau masuk Semarang (misalnya) 90 orang, Semarang kita data 94 orang. Berarti ada sisa 4 itu yang kemudian kita telisik harus digimanain," katanya.

"Tapi kalau semuanya selalu di daerah, 'Ayo Semarang ini ada bus masuk dari Jakarta, Ayo Wonogiri ada bus'. Ya terus yang Jakarta kerjanya apa? Ini makanya harus disinkronkan, supaya jangan semuanya jadi kesalahan yang di lapangan," katanya.



(amm)