alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Lockdown Masif di Sleman, Pemkab Minta Gugus Tugas Beri Edukasi

Priyo Setyawan

SLEMAN - Wabah Corona yang terus merebak dan kekhawatiran adanya arus mudik membuat sejumlah dusun di Sleman melakukan lockdown atau menutup akes masuk ke wilayahnya. Warga membuat portal di pintu masuk dusun dan membentangkan spanduk dengan tulisan lockdown.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Harda Kiswaya mengatakan mengaku sudah memerintahkan kepada gugus tugas Covid-19 kecamatan dan desa untuk memberikan penjelasan tentang lockdown yang benar kepada masyarakat.

“Gugus tugas Covid-19 kecamatan dan desa sudah kami perintahkan untuk meluruskan kepada masyarakat, melalui Babinsa dan Babinkamtimas tentang
lockdown yang benar,” kata Harda Kiswaya yang juga sebagai pelaksana tugas gugus covud-19 kabupaten Sleman itu, Sabtu (28/3/2020).



Harda menjelaskan masalah lockdown ini akan segera dibahas di gugus covid-19 Sleman, Senin (30/3/2020). Terutama bagaimana mengedukasi masyarakat agar tidak sepihak melakukan penutupan akses ke dusun atau tempat tinggal mereka, agar tidak menganggu mobilitas bagi kepentingan umum.

Sebab dari laporan, adanya lockdown itu menyebabkan beberapa aktivitas terganggu. Seperti pedagang keliling yang biasanya lewat jalan tersebut menjadi tidak bisa masuk.

“Karena itu ini akan dibahas lebih lanjut. Apakah aka ada aturan atau kebijakan lain. Yang jelas meski ada penutupan tetap tidak boleh menganggu aktivitas dan mobilitas yang lain,” tandasnya.

Harda menambahkan sebenarnya untuk mengawasi dan memantau orang luar daerah masuk Sleman sudah ada sudah ada surat edaran bupati nomor
496/00864 tertanggal 27 Maret 2020 tentang Pemantauan Warga yang Datang dari Luar Sleman/DIY dalam Rangka Pencegahan COVID-19.

“SE tersebut sudah dikirimkan ke Camat, kepala desa dan kepala dusun hingga RT. Sehingga SOP ini yang harus dilaksanakan,” terangnya.



(nun)