alexametrics

Gunung Merapi Meletus, Warga Tlogolele Boyolali Buat Api Unggun

Ary Wahyu Wibowo
Gunung Merapi Meletus, Warga Tlogolele Boyolali Buat Api Unggun
Warga Tlogolele Kecamatan Selo, Boyolali membuat api unggun setelah Gunung Merapi meletus, Jumat (27/3/2020). FOTO/IST

BOYOLALI - Masyarakat di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali tidak terlalu terdampak letusan Gunung Merapi yang terjadi, Jumat (27/3/2020) siang. Sesaat setelah Gunung Merapi meletus, mereka langsung membuat api unggun sembari berdoa agar terhindar dari abu vulkanik dan awan panas.

"Itu sudah tradisi masyarakat di sini sejak nenek moyang. Selain itu juga untuk penerangan ketika terjadi letusan dan mati listrik," kata Sekretaris Desa (Sekdes) Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Neigen Achtah Nur Edy Saputra saat dihubungi SINDOnews, Jumat (27/3/2020).

Membuat api unggun saat Gunung Merapi meletus merupakan kearifan lokal warga setempat yang berlangsung turun temurun hingga sekarang. Saat Merapi meletus, masyarakat rata-rata tengah melakukan aktivitas di sawah atau tegalan. Mereka langsung kembali ke rumah untuk kesiapsiagaan. Sedangkan yang ada di dalam rumah, kemudian keluar untuk memantau situasi. (Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Tinggi Kolom Capai 5.000 Meter)



Ketika Merapi meletus, terdengar suara gemuruh yang sangat keras. Terlebih Desa Tlogolele merupakan desa yang jaraknya hanya sekitar 4-5 kilometer dari puncak Merapi. Saat itu, kondisi cuaca cerah. Namun setelah itu, berubah menjadi berkabut dan puncak Gunung Merapi tidak terlihat.

Pihaknya sendiri sudah membagikan masker di setiap dukuh sejak letusan beberapa waktu lalu. Sehingga, ketika terjadi hujan abu, masker langsung dibagikan di masing-masing dukuh.

Erupsi Gunung Merapi terjadi Jumat (27/3/2020) pukul 10.56 WIB. Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 7 menit. Teramati tinggi kolom erupsi ± 5.000 meter dari puncak. Arah angin saat erupsi ke barat daya.



(amm)