alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Update Corona Jateng: 2.202 ODP, 12 Positif Terinfeksi

Taufik Budi, Ahmad Antoni

SEMARANG - Jumlah orang yang positif terpapar virus corona (Covid-19) di Jawa Tengah betambah lagi. Kini tercatat 12 orang positif dengan rincian 9 orang dirawat di rumah sakit dan 3 lainnya meninggal dunia.

Berdasarkan website resmi Jawa Tengah Tanggap Covid-19 https://corona.jatengprov.go.id/, per Kamis (19/3/2020) pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 2.202 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan 97 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sementara kasus terkonfirmasi Covid-19, menjadi 12 kasus positif, di antaranya 9 dirawat dan 3 meninggal. Rinciannya 9 pasien positif corona, 3 pasien di RS Dr Moewardi Solo, 3 pasien di RS Dr Kariadi Semarang, dan 1 pasien di RS Tidar Magelang, serta 2 pasien di Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang. (Baca juga: Satu Lagi, Pasien Pengawasan Corona Meninggal di Solo)



Sedangkan untuk 3 kasus meninggal Covid-19, rinciannya 2 pasien di RS Dr Moewardi Solo, dan 1 pasien di RS Dr Kariadi Semarang.

Sekadar diketahui, ODP (Orang Dalam Pemantauan) adalah orang dengan gejala demam (>38°C) atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa Pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Pasien dalam Pengawasan (PDP) adalah orang yang mengalami gejala demam (>38°C) atau riwayat demam, ISPA dan Pneumonia ringan hingga berat serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerangkan, masyarakat dapat mengupdate data melalui website corona.jatengprov.go.id. Dalam website tersebut, telah diterangkan data jumlah pasien, peta persebaran hingga umah sakit yang menangani.

"Termasuk kami siapkan aplikasi self assesment untuk masyarakat, agar bisa melaporkan apabila pernah kontak dengan pasien yang positif corona. Kami minta masyarakat membantu kami dengan memberikan informasi yang jujur melalui aplikasi itu," tegasnya.

Informasi dari masyarakat itu, lanjut Ganjar, sangat membantu dalam penanganan selanjutnya. Dengan informasi itu, maka tracking akan mudah dilakukan dan penyebaran dapat ditekan.

Apalagi, lanjut dia, pemerintah saat ini telah mempersiapkan alat rapid test untuk melakukan pengecekan massal. Jika alat tersebut sudah siap, maka dapat digunakan melakukan pengecekan kepada mereka-mereka yang berpotensi terjangkit.

"Kalau alat rapid test-nya datang, maka yang menjadi prioritas diperiksa adalah orang-orang yang telah melaporkan melalui aplikasi itu. Jadi ini nanti targetnya bisa fokus," katanya.

Pihaknya juga telah menyiapkan 303 ruang isolasi dan 56 rumah sakit untuk mengantisipasi meningkatnya penyebaran virus corona di Jateng. Beberapa rumah sakit swasta lanjut Ganjar juga sudah menyatakan mau berpartisipasi membantu pemerintah.

"Namun itu semua tentu tidak akan cukup kalau masyarakat tidak mendukung dengan melakukan tindakan-tindakan pencegahan. Kurangi kerumunan, jaga pola hidup bersih dan sehat serta konsumsi multivitamin. Kalau sudah ada regulasi atau protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah, tolong ditaati," imbaunya.

Ganjar juga akan mengoptimalkan peran tokoh agama, tokoh masyarakat untuk terus melakukan sosialisasi. Tindakan preventif harus terus dilakukan agar penyebaran virus ini dapat terkendali.

"Ketua RT/RW, kelurahan, kecamatan, TNI/Polri akan kami optimalkan untuk membantu menyampaikan ini kepada masyarakat hingga tingkat bawah. Ini butuh kerjasama semua pihak, saatnya kita bersama melawan corona," katanya.



(amm)