alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Antisipasi Corona, Pengunjung JIFFINA Dites Suhu Badan

Ainun Najib

YOGYAKARTA - Di tengah ketakutan akan merebaknya wabah virus Corona, Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) tetap akan digelar di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul pada 14-17 Maret 2020. Pada event yang diprediksi akan dihadiri oleh 4500 orang ini, pihak panitia akan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua Committee JIFFINA 2020, Endro Wardoyo menyebut JIFFINA akan diikuti oleh 300 perusahaan yang tersebar di Jawad dan Bali. Ratusan buyer di luar negeri juga sudah mengkonfirmasi kehadirannya dalam acara ini. Selain itu jumlah visitor yang mendaftar lewat online juga sudah mencapai 1200 orang.

Berdasarkan pengalaman pada event JIFFINA sebelumnya, jumlah pengunjung yang datang on the spot jumlahnya akan jauh lebih banyak dibanding yang mendaftar lewat online.



“Target kita ada 4500 visitor. Kita optimis target ini tercapai berkaca pada event sebelumnya,” terangnya kepada wartawan di Gedung JEC, Banguntapan Bantul, Kamis (12/3/2020).

Endro Wardoyo menyebut, penyelenggara akan memberlakukan protokol yang ketat, standar yang sudah baku setiap kali penyelenggaran event internasional. Khusus untuk mengatisipasi wabah corona ada sejumlah langkah yang dilakukan oleh panitia.

Di lokasi acara pihak panitia akan meyediakan hand sanitizer di 16 titik termasuk di luar pintu masuk. Panitia juga menyediakan masker untuk pengunjung meski tidak mewajibkan pengunjung harus memakai masker.

“Kita sediakan masker. Tapi kita tidak mewajibkan, terserah mau memakai masker atau tidak. Ini sesuai imbauan pemerintah dan dokter bahwa yang wajib memakai masker adalah mereka yang sakit bukan kepada yang sehat,” tegasnya.

Selain itu, di pintu masuk para pengujung juga akan diperiksa menggunakan alat pendeteksi suhu tubuh otomatis. Alat pendeteksi ini disetel pada angka 37,9. Jika ada pengunjung yang suhu badannya di atas angka itu maka langsung akan dibawah ke ruang kesehatan.

“Kalau ada pengunjung yang badannya panas akan kita bawa ke ruang kesehatan. Kita juga menyediakan ruang isolasi, dokter dan empat ambulan. Jika ada apa-apa langsung kita bawa ke rumah sakit rujukan pemerintah yakni di RS Sardjito, RSUD Kota Yogya dan Bantul,” jelasnya.

Sementara itu khusus bagi buyer dari luar negeri, Endro Wardoyo menyebut mereka akan melalui sejumlah prosedur ketat di bandara kedatangan. Prosedur ini merupakan prosedur tetap yang dikeluarkan oleh pemerintah. Di bandara kedatangan, otoritas bandara akan memberlakukan prosedur pemeriksaan dengan ketat.

Khusus pengunjung dari tiga negara yakni Italia, Iran dan Korsel, pemerintah lanjut Endro telah mewajibkan mereka membawa surat keterangan sehat dan pemeriksaan yang lebih ketat. “Jadi prosedurnya sudah berjenjang mulai dari bandara hingga di lokasi akan diperiksa,” terangnya.

Peluang Tingkatkan Ekspor
Di tengah wabah corona yang membuat china "lumpuh" sebenarnya merupakan tantangan bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor mebel dunia. Saat ini China menguasai 35% ekspor mebel dunia, namun sejak beberapa bulan lalu China menghentikan ekspor mebel dan kerajinan.

Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa juga melarang sejumlah barang dari China masuk ke negaranta. Hal ini membuat pasokann kosong. Jika peluang ini bisa dimanfaatkan dengan baik maka akan meningkatkan ekspor mebel Indonesia ke pasar dunia.

"Ini merupakan momentum opurtinity yang harus dimanfaatkan oleh pemerintah untuk memperbaiki kondisi neraca perdagangan kita," terangnya.

Sementara itu Ketua Forum JIFFINA Jawa-Bali, Dr Timbul Raharjo menyebut dalam pembukaan JIFFNA nanti akan dihadiri oleh Menteri Perindiustrian, Menteri Koperasi dan UMKM serta Guberur DIY Sri SUltan HB X. Dalam event ini ditargetkan akan ada transaksi 80 juta US Dollar. Untuk diketahui pada JIFFINA tahun lalu menampilkan 300 peserta, dihadiri oleh 4025 buyers dari 64 negara, berhasil melakukan transaksi lebih dari 72-juta US Dollar.



(nun)