alexametrics

Mahasiswa UNY Olah Daun Singkong Jadi Sabun Kesehatan Herbal

Priyo Setyawan
Mahasiswa UNY Olah Daun Singkong Jadi Sabun Kesehatan Herbal
Ananda Aprilia dan Annisa Nurrohmah, mahasiswa UNY yang berhasil mengolah daun singkong jadi sabun kesehatan herbal. FOTO/DOK.HUMAS UNY

YOGYAKARTA - Dua mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil membuat sabun kesehatan herbal dengan bahan dasar dari daun singkong. Sabun ini baik untuk kesehatan kulit dan juga ramah lingkungan.

Mahasiswa kreatif itu adalah Ananda Aprilia dan Annisa Nurrohmah. Keduanya mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Fisika FMIPA UNY.

Ananda Aprilia mengatakan, tanaman singkong banyak tumbuh di daerah Indonesia. Namun selama ini hanya dimanfaat untuk sayur dan lalapan. Padahal daun singkong mengandung banyak protein, beberapa mineral, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C dan karoten. Termasuk mengandung karbohidrat, lemak, zat besi, fosfor, kalsium dan air, flavonoid, saponin, dan triterpenoid.



Untuk diketahui, flavonoid dan saponin memiliki aktivitas antimikroba dan antivirus. Sedangkan triterpenoid diketahui memiliki aktivitas antivirus dan antibakteri serta dapat mengobati kerusakan pada kulit.

"Dari data itu kami kemudian melakukan penelitian untuk memanfaatkan daun singkong sebagai bahan dasar sabun kesehatan herbal ini," kata Ananda, Kamis (5/3/2020).

Selain daun singkong, bahan lain untuk pembuatan sabun kesehatan herbal adalah aquades, minyak zaitun, minyak kelapa sawit, minyak goreng mldan Natrium Hidroksida (NaOH).

Annisa Nurrohmah menambahkan, pembuatan sabun ini menghasilkan dua formula. Setiap formula memiliki perbedan masa NaOH, konsentrasi minyak zaitun, konsentrasi minyak kelapa sawit, dan konsentrasi minyak goreng.

Formula pertama menggunakan massa NaOH 17,5 gram dengan konsentrasi minyak zaitun 27,6%, konsentrasi minyak kelapa sawit 20,7% dan konsentrasi minyak goreng 20,7%. Formula kedua menggunakan massa NaOH 12,5 gram dengan konsentrasi minyak zaitun 34,1%, konsentrasi
minyak kelapa sawit 22,7%, dan konsentrasi minyak goreng 22,7%.

"Sabun dengan formula 1 memiliki pH yang terlalu tinggi sehingga ketika digunakan pada kulit akan menjadi bersisik. Sabun dengan formula 2 memiliki pH yang cukup aman bagi kulit manusia dan tidak
menunjukkan efek iritasi ketika digunakan," paparnya.

Untuk itu, dirinya terus akan mengembangkan pembuatan sabun kesehatan herbal berbahan dasar daun singkong ini, sehingga nantinya masyarakat dapat memanfaatkan dan mengunakannya untuk kesehatan kulit dan ramah lingkungan.



(amm)