alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Solo, Sukoharjo, dan Karanganyar Turut Terdampak Abu Vulkanik Merapi

Ary Wahyu Wibowo

SOLO - Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Karanganyar turut terdampak abu vulkanik pasca erupsi Gunung Merapi, Selasa (3/3/2020). Akibatnya, kondisi jalanan terlihat putih dan berdebu.

Abu vulkanik turun sekitar pukul 7.30 dan masih terjadi hingga pukul 11.00 WIB. Masyarakat yang keluar rumah banyak yang menggunakan masker agar tidak menghirup debu vulkanik. Banyak di antaranya yang memakai mantol atau jaket agar pakaian terbebas dari debu.

"Rasanya pedih di mata karena debu abu vulkanik beterbangan," kata Wijayanti, salah satu warga Solo. Badan terasa gatal jika abu vulkanik mengenai badan yang tidak tertutup pakaian. Untuk Kota Solo, abu vulkanik terlihat mulai turun sekitar pukul 09.30 WIB. (Baca juga: Gunung Merapi Meletus, Kolom Letusan Capai 6 Km di Atas Puncak)



Abu vulkanik juga mengguyur kecamatan Colomadu, Karanganyar. Abu terlihat turun sekitar pukul 09.15 WIB dan berlangsung hingga pukul 11.00 WIB. "Abunya turun tipis, tetapi berlangsung lama. Sehingga lama-lama terlihat tebal," kata Sujiyati, warga Colomadu. Pakaian yang dijemur langsung disingkirkan agar tidak kotor terkena debu vulkanik Merapi.

Sementara di Sukoharjo, hujan abu tipis sampai di Kecamatan Gatak. Hujan abu tipis mulai terjadi pukul 7.30 WIB dan terus menebal. "Kecamatan Gatak memang kerap terdampak saat Merapi erupsi. Karena wilayah ini berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Boyolali, selain Kecamatan Kartasura," kata Riantono.

Sekitar pukul 14.30 WIB, Kota Solo dan sekitarnya mulai diguyur hujan. Sehingga, dampak abu vulkanik berangsur menghilang karena tersapu air. Sebelumnya, Gunung Merapi mengalami erupsi pada pukul 05.22 WIB. Arah luncuran material vulkanik seperti abu, awan panas dan pasir mengarah ke Kali Gendol, Sleman, Yogyakarta. (Baca juga: Hujan Abu Erupsi Gunung Merapi, Warga Dipastikan Tak Mengungsi)



(amm)