alexametrics

Harga Emas Terus Melejit, RFB Makin Optimistis Capai Target

Ainun Najib
Harga Emas Terus Melejit, RFB Makin Optimistis Capai Target
Di tengah kondisi ekonomi yang terpengaruh wabah virus Corona, emas justru melejit seperti dalam data yang disampaikan RFB di atas. FOTO : IST

YOGYAKARTA - Wabah virus Corona yang telah menewaskan ribuan orang dan menyebar dengan cepat ke negara telah mempengaruhi ekspektasi pertumbuhan ekonomi global. Meski demikian, harga emas tak terpengaruh atas kondisi ini. Emas justru melejit.

Pimpinan Cabang PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) cabang Yogyakarta Dewi Diananingrum menyebut selalu ada peluang dibalik tantangan. Salah satunya adalah momen pergerakan harga emas sekarang.

“Meski demikian secara umum sikap perusahaan menunjukkan keprihatinan yang mendalam atas situasi yang terjadi akibat wabah virus Corona yang menerjang saat ini,” terangnya. dalam siaran pers yang diterima SINDOnews Kamis (27/2/2020).



Dewi menerangkan, melejitnya harga emas ini lantaran emas merupakan produk investasi yang selalu diburu di tengah situasi yang sedang volatile karena sifatnya yang safe haven.

“Ketika dollar melemah maka emas akan naik, atau ketika ada gejolak resesi di beberapa negara, dan perstiwa besar yang membuat masyarakat dunia cemas, emas juga akan naik, demikian analisa sederhananya” terangnya

Dewi menyebut imbas melesatnya harga emas ini PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) cabang Yogyakarta mengalami pertumbuhan kinerja yang positif. Sebanyak 80% transaksi di perdagangan berjangka RFB Yogyakarta ada di Locogold atau kontrak berjangka emas.

“Peningkatan total volume transaksi RFB Yogyakarta hingga Januari tahun 2020 adalah sebesar 86,34% menjadi 9.341 lot dibandingkan Januari tahun 2019,” terangnya.

Sementara dari sisi volume transaksi bilateral mencapai sebesar 24,43% menjadi 5.175 lot, dan volume transaksi multilateral tumbuh sebesar 387,82% menjadi 4.166 lot secara year on year.

Harga emas diprediksi masih akan terus positif sampai akhir tahun 2020, seiring dengan itu RFB Yogyakarta semakin optimistis untuk meraih target hingga akhir tahun 2020 untuk volume transaksi sebesar 131.000 lot dari total volume transaksi sebesar 100.277 lot di akhir 2019.

“Kami meyakini akan menghimpun 360 nasabah baru dibandingkaan tahun sebelumnya sebanyak 207 nasabah baru,” terangnya.

Edukasi, sosialisasi dan promosi akan kembali dijalankan dalam menarik nasabah baru. “Kami akan melaksanakan program edukasi baru yaitu trading class untuk masyarakat umum dan calon nasabah mengenai seluk beluk trading,” jelasnya.

Untuk diketahui awal tahun 2020 pasar perdagangan berjangka dikejutkan dengan lonjakan harga emas paska serangan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak pada Rabu pagi, 8 Januari 2020.

Harga emas spot melonjak 2,22% ke US$ 1.609,41/troy ons dari harga penutupan perdagangan di hari sebelumnya pada US$ 1.575,37/troy ons.

Pada perdagangan Rabu, 19 Februari 2020, harga emas kembali bangkit ke level US$ 1.603,77/troy ons, menguat 0,13% di pasar spot.



(nun)