alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Konflik Lahan di Mesuji Lampung, 1 Tewas Ditembak

Supriyadi

MESUJI - Perebutan lahan di Register 45 Mesuji, Lampung memakan korban. Seorang warga tewas ditembak orang tak dikenal.

Teror penembakan ini dialami korban Komang Tis (46), bersama istrinya yang tinggal di Kampung Pasir Jati Mulyo, Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur, Register 45 Mesuji, Lampung.

Saat kejadian, keduanya sedang melakukan penyemprotan rumput di kebun singkongnya, yang ada di lahan 2 Putuk Jaya, Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur, Register 45 Mesuji, Lampung, Senin (20/1/2020) sekitar pukul 09.30 WIB. Lokasi ini berada di samping kampung yang mereka tinggali.



Tiba-tiba Komas Tis dan istrinya didatangi dua orang dengan mengendarai sepeda motor matic. Kendaraan tersebut langsung berhenti di dekat korban dan kedua pengendara motor tersebut memanggil korban dengan kata kata “Ke sini dulu kamu.”

Setelah itu kedua orang tersebut berkata bahwa kebun singkong yang disemprot oleh korban tersebut bukan milik korban, melainkan milik mereka berdua.

Di sela pembicaraan antara pelaku dengan korban, salah satu dari dua pelaku tersebut langsung mengeluarkan senjata api rakitan dan langsung menembak kearah tubuh korban sebanyak empat.

"Empat letusan tembakan dari pelaku ke arah korban. Dua amunisi (peluru) menembus tubuh korban di bagian dada sebelah kiri dan perut sebelah kiri," kata Kapolres Mesuji AKBP Alim.

Setelah memberondong tembakan, pelaku langsung kabur melarikan diri. Korban Komang Tis yang tertembak dipapah istrinya berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah kebun karet milik warga yang lokasinya berada di sebelah kebun singkong atau lokasi kejadian.

Sesampai di kebun karet kondisi Komang Tis kritis. Namun korban sempat berbicara dengan jelas memberi tahu identitas atau nama nama kedua orang yang menembak dirinya. Beberapa saat kemudian korban menghembuskan napas terakhir.

Peristiwa penembakan ini viral di media sosial (medsos) membuat warga sekitar ketakutan. Sebagian warga bahkan memilih meninggalkan rumah tempat tinggal mereka lantaran takut terjadi keributan atau serangan secara membabibuta oleh oknum atau para warga yang emosi atas peristiwa tersebut.

Sementara jenazah korban setelah dilakukan pemeriksaan oleh polisi, TNI serta tim medis dari Dinas Kesehatan Mesuji disemayamkan di rumah korban. Hingga saat ini istri korban belum memberikan identitas terduga pelaku kepada pihak yang berwajib maupun pihak keluarga. Menurut informasi yang beredar, kedua pelaku sebelum kabur sempat mengancam istri korban agar tidak memberi tahu warga terkait peristiwa tersebut.



(nun)