alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Mahasiswa UNY Ciptakan Media Pembelajaran PPKn Makedu Bagi Siswa SD

Priyo Setyawan

YOGYAKARTA - Empat mahasiswa program studi (prodi) Pendidika Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil menciptakan metode pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) bagi siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) yang diberinama Makedu (Maket Keberagaman Individu).

Makedu sendiri merupakan media untuk belajar tentang kemajemukan masyarakat Indonesia. Yaitu dalam memperjelas materi yang telah dipelajari dalam bahan ajar serta Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Sehingga mempermudah siswa dalam belajar mata pelajaran PPKn. Empat mahasiswa PGSD UNY itu, yakni Manis Suryanti, Dwi Rahmad Julianto, Umi Sholikah Dwi Cahyani dan Talia Dika Cahyani.

Manis Suryanti mengatakan pembutan Makedu ini karena untuk pendidikan SD umumnya dan PPKn khususnya memerlukan media konkret. Karena pada masa tersebut seorang anak dapat menerima pembelajaran dengan baik apabila melihat dan terlibat secara langsung kejadian yang berkaitan dengan materi atau dapat juga melalui media pembelajaran.



Namun kenyataannya ketersediaan dan penggunaan media pembelajaran di SD kurang optimal. Sebab guru cenderung menggunakan metode ceramah dalam pembelajarannya sehingga kurang variatif dan monoton. Untuk itu perlu satu metode untuk mempermudah siswa dalam mempelajari mata pelajaran. “Itulah yang melatarbelakangi kami menciptkan Mekedu untuk siswa kelas IV SD ini,” kata Manis, Rabu (15/1/2020).

Menurut Manis Suryanti, Makedu merupakan media pembelajaran berupa maket evaluasi untuk pembelajaran PPKn siswa kelas IV SD yang di dalamnya terdapat berbagai informasi mengenai keberagaman individu dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Dalam Makedu ini disajikan rumah adat, baju adat, serta keberagaman lainnya yang ada di pulau-pulau besar di Indonesia. Sehingga maket ini memperjelas materi yang telah dipelajari dalam bahan ajar serta LKPD,” terangnya.

Umi Shilikah Dwi Cahyani menjelaskan untuk penggunaan medianya setiap siswa melemparkan dadu yang telah disedakan oleh guru, sementara itu disediakan rumah adat dengan penomoran sesuai dadu. Siswa yang mendapatkan dadu mengambil pertanyaan dalam amplop sesuai nomor dadu setelah dilempar.

Siswa akan menjawab pertanyaan dan kemudian siswa yang benar mendapatkan bintang dan bagi siswa yang salah diberikan penjelasan akan jawaban yang benar dan mendapat apresiasi. “Kegiatan ini diulangi hingga semua siswa mencoba media,” terangnya.

Talia Dika Cahyani menambahkan kelebihan Makedu ini dapat membuat pembelajaran menjadi interaktif dan memupuk keaktifan siswa. Karena gambar menarik dan siswa terlibat secara langsung serta mudah dalam pengoperasiannya, memupuk keaktifan siswa karena siswa dapat berinteraksi langsung dengan media dan siswa semakin mudah memahami materi sebab materi disajikan lebih real tidak abstrak.

Namun juga masih ada kekurangannya yaitu media terbatas pada pengindraan visual dan psikomotor saja sehingga untuk anak yang memiliki gaya belajar audio masih belum dapat terakomodir secara maksimal. “Terkadang juga dianggap tidak menarik oleh generasi milenial karena tidak menggunakan teknologi yang mutakhir didalamnya” ungkapnya.



(nun)