alexametrics

UNY-Tanoto Foundation Kerja Sama Ciptakan Guru Profesional

Priyo Setyawan
UNY-Tanoto Foundation Kerja Sama Ciptakan Guru Profesional
Rektor UNY Sutrisno Wibowo dan Ketua Yayasan Bhakti Tanoto, Margaretha Ari Widowati menandatangi MoU kerja sama program Pintar di Ruang Sidang Senat UNY, Senin (13/1/2020). Foto/Dok.Humas UNY

YOGYAKARTA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bekerja sama dengan Tanoto Foundation melakukan peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan dasar melalui program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR). Program ini mempersiapkan calon guru menjadi pendidikan yang profesional dan kompeten.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Rektor UNY Sutrisno Wibowo dan Direktur Program Pintar Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati di ruang Sidang Senat UNY, Senin (13/1/2020).

Prof Sutrisna mengatakan, peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan dasar penting dilakukan karena hasil penilaian Program for International Student Assessment (PISA) atau progam penilaian siswa internasional oleh Organisation for Economic Cooporation and Development (OECD), kualitas siswa Indonesia di bidang sains, matematika, dan membaca masih rendah. Berada di urutan 10 terbawah di antara negara-negara yang diuji PISA. Penialian PISA dilakukan setiap tiga tahun sekali, terakhir pada 2018.



"Ini tentu memprihatinkan, karena itu perlu solusi untuk mengatasi masalah ini," kata Sutrisna Wibawa, Senin (13/1/2020).

UNY terus berimprovisasi dan berinovasi meningkatan kualitas pendidikan. Di antaranya pelatihan bagi dosen, guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah laboratorum serta mitra Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam pembelajaran. Menyusun kurikulum bagi Pendidikan Profes Guru (PPG) dan sarjana strata 1 (S1) sesuai dengan kemajuan, membuka program pertukaran mahasiswa nusantara (Permata), mahasiswa bisa memilih mata kuliah di luar program studinya dan kerja sama dengan instansi lain.

"Kami berharap kerja sama dengan Tanoto Faoundation ini bukan hanya akan meningkatkan kualitas tapi UNY bisa menjadi laboratorium model pembelajaan. Karena itu dalam kerja sama ini akan mengembangkan kurikulum LPTK melakukan penelitian tindakan kelas kolaborasi guru dosen dan mengembangkan praktikum untuk program PPG," katanya.

CEO Global Tanoto Foundation, Satrijo Tanudjojo mengatakan kerja sama dengan UNY untuk memfasilitasi para dosen di LPTK agar menerapkan perkuliahan yang menekankan pada praktik bagi mahasiswa calon guru. Tujuannya saat menjadi guru, mereka mampu menerapkan pendidikan berkualitas. Hal tersebut sesuai dengan nama program yang dikerjasamakan yaitu Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas
Pembelajaran atau disingkat PINTAR.

"Kita bersama-sama dosen dan para ahli akan berkolaborasi untuk menyiapkan calon-calon guru begitu lulus sudah memiliki banyak practical experience. Sehingga mampu menciptakan kelas yang lebih hidup dan yang lebih aktif pembelajarannya. Kalau di Tanoto Foundation kita sebut sudah memenuhi kriteria pembelajaran aktif Mikir (mengalami, interaksi, komunikasi dan refleksi)," kata Satrio.



(amm)