alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Musim Penghujan, Waspada Berkunjung di Objek Wisata Alam

Ahmad Antoni

SEMARANG - Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah mengimbau kepada masyarakat, terutama bagi wisatawan untuk lebih waspada dan hati-hati saat berkunjung di objek wisata alam. Mengingat saat ini intensitas hujan yang masih tinggi dan tingkat kerawanan bencana.

"Kami telah berkomunikasi dengan BPBD Jateng dan Dinas ESDM terkait dengan daerah wisata yang rawan bencana, karena peta-peta itu lebih didominasi wisata alam. Sehingga paling tidak kami sudah memberikan surat edaran kepada pemerintah kabupaten/kota, terutama para pengelola objek/bisnis pariwisata untuk memberikan papan informasi yang lebih mudah dibaca," kata Kepala Disporapar Jateng, Sinoeng N Rachmadi kepada SINDOnews, Senin (13/1/2020).

Dia menambahkan, perlu manajemen risiko terkait dengan keselamatan dan keamanan wisatawan. "Dan yang tak kalah penting adalah imbauan kami mendorong supaya ada inisiasi dari pengelola untuk memberikan asuransi, termasuk dari tiket karcisnya, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan terutama wisata alam," katanya.



Sinoeng mengutarakan, ke depan pihaknya sedang mendorong pelatihan bagi para pendamping wisata alam supaya lebih memiliki sertifikat. "Mereka sudah berpengalaman, memiliki jam terbang yang banyak, tapi saya hanya ingin apa sudah miliki kemampuan dan kapasitas tersertifikasi dan ini sudah kita laksanakan kita rancang tahun 2020 ini, agar para pemandu wisatawan living guard itu sudah tersertifikasi, paling tidak memberikan SOP," katanya.

Menurutnya, objek wisata alam seperti sungai, danau, air terjun dan lainnya setidaknya menyediakaninformasi terkait dengan cuaca hari ini. Warning tersebut bukan hanya di daerah wisatawan tapi juga di daerah hulu yang memiliki koneksitas aliran air.

"Paling tidak mengedukasi publik atau para wisatawan dengan melalui papan informasi disertai pendamping, terutama bagi anak-anak dan ada posisi penjaga atau pengaman terhadap manajemen risiko," katanya.



(amm)