alexametrics

China Hapus Karakter Mesut Oziel di PES 2020 Usai Komentar Uighur

Susanto
China Hapus Karakter Mesut Oziel di PES 2020 Usai Komentar Uighur
Setelah China memberedel tayangan pertandingan Arsenal, kini Negeri Tirai Bambu menghapus karakter Mesut Oezil di video game PES 2020. FOTO/freegametips.com

LONDON - Karakter Mesut Oezil kini tidak ada lagi di video game PES 2020. China telah menghapusnya lantaran komentar Oziel terkait nasib kaum muslim Uighur di Xinjiang. Sebelumnya, Negeri Tirai Bambu juga membredel tayangan pertandingan Arsenal, klub tempat bernaung Mesut Oziel.   
Versi teranyar Pro Evolution Soccer (PES) di China sudah tidak lagi memuat sosok Oezil. Padahal, versi PES 2019 dan versi sebelum itu, masih ditemui karakter Oezil bersama klub Arsenal.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah China maupun Konami selaku developer konsol game tersebut. Namun, perusahan internet dan teknologi di China, NetEase, mengatakan bahwa penghapusan nama Oezil tak lepas dari komentarnya soal Muslim Uighur.

NetEase sebagai perusahaan yang merilis PES di Negeri Tirai Bambu, menyebut komentar Oezil telah melukai hati masyarakat di China. Belum diketahui secara persis, sampai kapan Oezil hilang di video game PES 2020. (Baca juga: China Musuhi Mesut Oezil Terkait Komentar Soal Muslim Uighur)



Menurut laporan Realsport101, Kamis (19/12/2019), penghapusan nama Mesut Oezil tidak cuma terjadi pada versi konsol. Namun, untuk versi mobile, nama Oezil juga tidak lagi bisa ditemukan.

Sebelum peristiwa ini, mesin pencari di China juga diseting agar tidak bisa menemukan kata Mesut Oezil. Forum penggemar Oezil di platform komunikasi terbesar China, Baidu, bahkan dilaporkan sudah tidak lagi beroperasi.

Tak berhenti sampai di situ, menurut laporan Reuters, sejumlah toko yang berdiri pada situs jual beli online, misalnya Taobao -yang dimiliki Alibaba, dan menjual jersey Oezil di China, langsung tutup. Beberapa di antaranya tetap buka, namun tidak lagi menjual atribut berbau Oezil.

Semua upaya menghapus jejak Oezil di China terjadi secara masif setelah pemain Jerman berdarah Turki itu mengemukakan komentarnya di Twitter. Isinya tentang kecaman terhadap praktek persekusi dan diskriminasi yang menimpa Muslim Uighur di Xianjang, China.

"(Di China, red) Quran dibakar, masjid ditutup, sekolah Islam -madrasah dilarang, cendikiawan dibunuh satu per satu. Terlepas dari itu semua, Muslim tetap diam," tulis Oezil.



(amm)