alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Rekrutmen Panwascam Pilkada 2020, Bawaslu Terapkan Sistem CAT Socrative

Angga Rosa

SEMARANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang akan menerapkan sistem computer assisted test (CAT) Socrative dalam tes tertulis rekrutmen Panwas Kecamatan (Panwascam) yang akan ditugaskan di Pilkada serentak 2020. Rencananya tes tertulis dan wawancara akan dilaksanakan secara serentak pada 13 hingga 17 Desember 2019.

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang Mohammad Talkhis mengatakan, pendaftaran dan penerimaan berkas persyaratan administrasi calon anggota Panwascam dilaksanakan pada 27 November hingga 3 Desember 2019. Hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 12 Desember 2019.

Bagi yang lolos tahap administrasi, akan mengikuti tahapan selanjutnya yakni tes tertulis dan tes wawancara.



"Tes tertulis calon anggota Panwascam Pilkada 2020 rencananya akan dilakukan dengan sistem CAT socrative. Dengan sistem ini hasil bisa langsung diketahui. Mereka yang lolos akan dilantik sebagai Panwascam pada 22-23 Desember 2019," katanya, Jumat (22/11/2019).

Dia menjelaskan, dalam Pilkada 2020, Bawaslu akan merekrut sebanyak 57 orang Panwascam. Setelah dilantik mereka akan ditugaskan di 19 kecamatan. "Setiap kecamatan akan ditugaskan 3 orang Panwascam," terangnya.

Dia mengatakan, Bawaslu Kabupaten Semarang akan menekankan kesungguhan Panwascam dalam melaksanakan tugasnya di lapangan. Sebab Panwascam akan bekerja penuh waktu, sehingga harus siap dalam situasi apapun menjalankan perintah dari Bawaslu Kabupaten Semarang. Untuk Pilkada 2020 ini dibutuhkan pengawas yang jujur, berintegritas dan berkualitas serta kober menjalankan program Jagongan Pemilu.

Jagongan Pemilu adalah program sosialisasi pengawasan partisipatif berbasis lingkungan dan budaya. Pada Pemilu 2019, Jagongan Pemilu frekuansi jagongan pemilu mencapai 673 pertemuan di 165 desa/kelurahan di 19 kecamatan. Kegiatan ini telah mengintervensi sedikitnya 20.023 orang dari berbagai kelompok sosial masyarakat.

Pada Pilkada 2020 mendatang, Talkhis ingin melanjutkan program ini sehingga cakupannya lebih luas lagi. "Maka dari itu, dibutuhkan sosok Panwas yang mau berpikir, komunikatif dan berkeringat," tandasnya.



(nun)